Wkwkwkwkwk
Mawar Merah di Gerbang Sekolah
| H |
ari itu, Kamis pertama dibulan Juli, meupakan hari yang menggembirakan bagi seorang cowo’ bernama Sayyid. Dengan nilai danum yang benar-benar memuaskan, dengan langkah pasti, dia segera pergi ke SMA yang telah dia idam-idamkan sejak dulu. Sekolah itu merupakan SMA terbaik yang ada di kotanya. Sekolah itu adalah SMAN 1 Makmur.
Di pintu gerbang sekolah, seperti biasa, Sayyid mengucapkan kalimat basmalah di pintu gerbang. Hembusan angin yang dihiasi pepohonan rindang nan kuning menghijau menyertai langkah Sayyid yang merasa dirinya seolah-olah berada di gerbang keemasan. Namun, perasaan itu berubah menjadi perasaan kesal dan sebal. Karena loket pendaftaran yang telah dipenuhi oleh para calon siswa baru yang sedang mendaftar. Untungnya, Sayyid mendapat formulir pendaftarannya walaupun itu formulir terakhir untuk hari itu. Setelah selesai segala administrasi yang dibutuhkan, bergegaslah ia pulang ke rumahnya.
Ketika dia akan beranjak pulang, tiba-tiba pandangannya terpaku pada sesosok gadis cantik yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Jantungnya berdegup sangat kencang selah-olah jantungnya akan segera lepas dari dadanya. Didalam hatinya, Sayyid berfikir, “Apa yang terjadi denganku?”. Diapun segera bergegas pulang ke rumahnya karena waktu hampir memasuki waktu Dhuhur. Namun, ditengah perjalanan pulangnya, pikirannya telah terbius oleh keelokan dan kecantikan gadis yang dilihatnya di SMA. Belum pernah dihatinya terbayang sesosok wanita cantik ketika dia di SMP. Meskipun, di SMP-nya, banyak juga gadis yang cantik.
Singkat cerita, daftar ulang telah dibuka bagi siswa-siswi baru yang akan mendaftar. Sayyid berharap, di SMA nanti dia dapat menemui gadis cantik yag ia lihat sepekan lalu. Ketika di dalam SMA, seolah ketiban durian runtuh, dia begitu senang yang tiada tara ketika bertemu gadis yang diimpi impikannya tersebut. Namun masih ada kejanggalan dihatinya. Dia masih bertanya-tanya siapa nama gadis itu. Tapi, dia optimis bisa mengetahui nama gadis tersebut saat MOS.
Hari pertama MOS, Sayyid telah tiba di sekolah dengan langkah pasti. Dia melangkah dengan penuh semangat dan hat yang begitu gembira. Dilihatnya wajah-wajah baru nan ceria tampak menghiasi jalan Sayyid. Walaupun wajah-wajah itu nampak asing, namun hal itu tetap saja membuat Sayyid begitu gembira. Tak terasa kakak-kakak OSIS telah memanggil seluruh siswa baru untuk berkumpul di lapangan. Gugus-gugus yang telah dibentuk beberapa hari yang lalu saling berkumpul. Siswa-siswi bau itu menengok kekanan dan kekiri karena mereka belum kenal satu sama lain. Beberapa saat kemudian, mereka diarahkan oleh kakak-kakak OSIS untuk masuk kedalam kelas sesuai dengan gugus masing-masing. Karena masih belum banyak yang saling mengenal, beberapa dari siswa-siswibaru itu disuruh berkenalan oleh kakak Osis yang ada di gugus itu. Ironinya, Sayyid duduk di barisan depan. Sehingga dia juga disuruh memperkenalkan dirinya. Dengan lagkah pasti, dia memperkenalkan dirinya kepada teman-teman baru yang ada di SMA. Walauun sedikit gugu, akhirya sesi erkenalan itu selesai juga. Beberapa menit setelah sedikit pengarahan, para siswa baru tersebut digiring kembali ke lapangan. Ternyata yang akan mereka lakukan adalah senam dengan diirigi musik yang kocak. Sayyid benar-benar merasa senang pada hari itu. Ditengah-tengah senam, secara kebetulan Sayyid menengok ke kanan dan dia melihat gadis yang namanya masih menjadi teka-teki dihatinya. Dia ingin menghampiri gadis itu, namun dia bimbang. Di tengah tatapannya yang penuh harapan, gadis yang sedari tadi senam itu tiba- tiba menengok ke arah Sayyid. Sayyid menjadi salah tingkah. Dia memalingkan wajahya menahan malu yang teramat sangat. Tiba-tiba dia dikejutkan dari arah yang berlawanan oleh kakak OSIS yang terlihat geram melihat tingkah laku Sayyid. Dengan nada yang agak marah, kakak OSIS tersebut sedikit menegur Sayyid dan mengingatkan dia agar selalu mengikuti apa saja acara yang dilakukan. Walaupun acara itu terlihat aneh dan konyol.
Telah empat hari lamanya MOS berjalan. Sayyid masih belum mengetahui nama gadis tersebut. Di hari keempat MOS tersebut, ternyata kakak-kakak OSIS mengadakan permainan. Permainannya terdiri dari dua orang laki-laki dan perempuan. Tetapi tingi mereka harus sama atau perempuan yang lebih rendah. Tiba-tiba, dari depan aula, Sayyid dipanggil. Dia kebingungan tentang apa yang harus ia lakukan. Namun, kakak PK-nya kemudian menjelaskan apa yang harus dia lakukan. Kesempatan itu tidak ia sia-siakan. Dengan sigap, dia segera menunjuk gadis yang membuat hatinya penasaran. Jantungnya berdegup dengan kencang. Dengan perasaan yang tak menentu, dia memberanikan diri mengajak gadis tersebut maju di depan aula.
Gadis tersebut tersenyum malu. Dia kebingungan. Dia memang tipikal perempuan pendiam. Ketika gadis itu menengok ke arah Sayyid, wajah Sayyid memerah seketika. Seperti bara api yang telah dipanaskan. Namun, Sayyid akhirnya dapat mengetahui nama gadis tersebut, Izzati. Nama yang sudah pasti kan diingat oleh Sayyid sampai kapanpun.
Karena nama itu, kan selalu menyertai tiap langkahnya dan tiap hembus nafasnya. Izzati, dan Izzati. Hidupnya.
Label: Liburan


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda